EMULSI
Emulsi adalah suspensi dispersi campuran koloid suatu zat pada fase lainnya seperti minyak dalam air yang disebut (O/W) atau sebaliknya air dalam minyak (W/O) emulsi dapat distabilkan dengan penambahan bahan pengemulsi yang mencegah koalesensi yaitu penyatuan tetesan kecil menjdi tetesan besar dan akhirnya menjadi satu fase tunggal yang memisah titik. Emulsi merupakan preparat parmasi yang terdiri dari dua atau lebih zat cair yang sebetulnya tidak tercampur biasanya air dengan minyak. Salah satu dari zat cair tesebut tersebar berbentuk buturan-butiran kecil ke dalam zat cair yang lain distabilkan dengan zat pengemulsi (emulgator).
Mengingat proses peminyakan dilakukan dalam suasana asam, kulit bernuatan positif, padat dan kulit mempunyai bentuk tiga dimensi dengan ketebalan dan luas tertentu untuk memasukkan fat/oil dalam bentuk emmulsi terttentu tidak mudah, karena koloid/dispersi emulsi dibatasi oleh laju pecah yang berhubungan dengan faktir keasaam (pH), muatan, waktu, dll. Untuk menjamin bahwa emulsi minyak dapat bekerja sesuai dengan yang kita harapkan, maka ada persyaratan minimal untuk emulsi agar dapat digunakan dalam industri kulit yaitu
1. Emulsi harus mempunyai laju pecah emulsi minimal 2 jam.
2. Emulsi harus mempunyai laju pecah ketahanan keasaman minimal pada pH 3
3. Bentuk emulsi harus O/W
4. Kadar SO3 dalam minyak antara 3-7% dari dry oil basis
5. Ukuran partikel yang terbentuk <5 mm dan >25 mm
6. Nilai hidrifilik liofobik balance (HLB) antara 8-10
(Purnomo, 2008)
No comments:
Post a Comment