I.
Tujuan
Mempelajari polimerisasi kondensasi pada pembuatan
gliptal resin.
II.
Dasar Teori
Polimer ialah molekul raksasa (makromolekul)
yang terbentuk dari satuan – satuan sederhana monomernya (A. J. Hartomo, dkk,
1992). Istilah makromolekul lebih menggarisbawahi struktur – struktur yang
kompleks. Berkembang dari pangkal polimer alam, kini telah dikembangkan pula
berbagai polimer sintetik yang rumit.
Pembuatan polimer gliptal resin termasuk dalam
polimerisasi kondensasi. Polimerisasi kondensasi terjadi dengan menggabungkan
molekul-molekul monomer dengan menggunakan reaksi gugus fungsional dengan
menghilangkan produk sampingnya seperti H2O dan CH3OH.
Pada polimerisasi kondensasi tidak terjadi pengakhiran. Polimerisasi ini
berlangsung terus-menerus idealnya sampai tidak ada lagi gugus fungsi yang
tersedia untuk bereaksi. (M. A. Cowd, 1991)
Kondensasi ftalik anhidrida dengan glikol
membentuk polimer linear, tetapi kondensasi ftalik anhidrida dengan gliserol
membentuk polimer gliptal yang berkaitan silang. Ftalik anhidrida bertindak
balas dengan gliserol untuk menghasilkan polimer gliptal. Polimer gliptal resin
dihasilkan melalui proses berikut :
a. Pembentukan
polyester linear.
b. Perubahan
molekul linear menjadi molekul bercabang menghasilkan jaringan pempolimeran
berperingkat melibatkan berbagai jenis kumpulan berfungsi dan berbagai tindak
balas.
Polimer gliptal resin merupakan salah satu jenis polimer
dimana prinsipnya hamper sama dengan polyester. Polimer gliptal resin merupakan
jenis polimer yang sangat keras dan kuat yangsering digunakan untuk pelapis
pada laboratorium, membuat tali parasut, dan sebagainya. (www.scribd.com)
III.
Alat
a.
Gelas beker 100 ml 1 buah
b.
Gelas arloji 1 buah
c.
Pengaduk 1 buah
d.
Tabung reaksi 4 buah
e.
Kompor listrik/hot plate
f.
Pipet volume 5 ml 1 buah
IV.
Bahan
a.
Gliserol
b.
Asam ftalat anhidra
c.
Pelarut organic (aseton,
alcohol/methanol, toluene. Asam asetat)
V.
Cara Kerja
a.
Diambil 2 gram gliserol (1,6
cc) dan 3 gram asam ftalat anhidra, kemudian dimasukan kedalam beker gelas 100
ml, selanjutnya larutan diaduk hingga tercampur sempurna.
b.
Ditutup dengan gelas arloji,
kemudian dipanaskan dalam kompor listrik/hot plate secara perlahan – lahan
hingga terbentuk gelembung udara dan cairan akan mengembang. Resin yang
terbentuk dibiarkan sampai dingin.
c.
Dimasukan 4 pelarut organic kedalam
4 tabung reaksiyang berbeda (volume masing-masing 1 ml).
d.
Resin yang terbentuk dari
percobaan tersebet kemudian dilarutkan dalam keempat pelarut organic yang telah
disediakan.