KROMATOGRAFI KERTAS
A. TUJUAN
Ø Memahami analisis kromatografi kertas
Ø Dapat melakukan percobaan analisis kapilaritas
Ø Dapat membedakan kapilaritas pada kertas whatman dengan kertas silika.
B. DASAR TEORI
Kromatografi merupakan analisa kapiler, mula-mula telah dilakukan pemisahan asam-asam amino dan peptida-peptida yang merupakan hasil hidrolisa protein wool dengan suatu cara dimana kolom yang berisi bubuk diganti dengan lembaran kertas dan kemudian diletakan dalam bejana tertutup yang berisi uap jenuh larutan.
Kromatografi kertas ini merupakan jenis dari sistem partisi diman fasa tetap adalah air, disokong oleh molekul-molekul selulose dari kertas, dan fase bergeraknya merupakan campuran dari satu/lebih pelarut-pelarut organik air.
Kertas dalam pemisahan terutama mempunyai pengaruh pada kecepatan aliran pelarut, sedangkan fungsi dari kertas sendiri sangat kompleks. Efek-efek serapan disebabkan oleh sifat-sifat polar dari gugusan hidroksil dimana ini kemungkinan sangat penting dan sejumlah kecil dari gugus karboksil dari selulosa dapat menaikkan terhadap efek-efek pertukaran ion.
Kecepatan aliran naik dengan penurunan kekentalan dari pelarut (dengan kenaikan suhu) tetapi aliran pelarut pada suhu tertentu, ditentukan oleh kerapatan dan ketebalan dari kertas. Penurunan kerapatan/kenaikan tebal memberi kecepatan aliran yang lebih tinggi.
Fasa bergerak biasanya merupakan campuran terdiri atas satu komponen organik yang utama, air dan berbagai tambahan seperti asam-asam, basa/pereaksi-pereaksi kompleks, untuk memperbesar kelarutan dari beberapa senyawa atau untuk mengurangi yang lainnya pelarut harus sangat mudah menguap karena terlampau cepat mengadakan kesetimbangan. Pada keadaan lain volalitas yang tinggi mengakibatkan lebih cepat hilang meninggalkan lembaran kertas setelah bergerak. Kecepatan bergeraknya harus tidak cepat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan suhu
Untuk mendapatkan hasil campuran pelarut yang dapat diulang lagi maka dibuat hati-hati meskipun hanya dengan gelas ukur. Pelarut juga dipakai setelah selang beberapa lama. Untuk pengembangan selama satu malam pelarut hanya digunakan satu kali pakai. Untuk menggunkan pelarut yang mudah menguap maka pemakaiannya dalam keadaan yang baru saja dibuat.
Dalam mengidentifikasi noda-noda dalam kertas sangat lazim menggunakan harga Rf (retordation factor). Cara paling mudah dalam pengukuran Rf adalah dengan menggunakan mistar. Namun ada cara lain untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa yaitu dengan reaksi-reaksi warna yang karakteristik. Reaksi kebanyakan sangat berguna dalam pemisahan senyawa-senyawa anorganik, tetapi untuk senyawa organik sangta kecil kejadiannya, karena kebanyakan konstituen-konstituen dari campuran mempunyai sifat-sifat kimia yang mirip.
Kromatografi kertas digunakan sebagai alat dalam penelitian. Dalam analisa biokimia dan klinik, menganalisa polimer-polimer untuk mendeteksi dan pengiraan adanya senyawa-senyawa loganm dalam tanah.
Hal-hal yang pengaruh dalam pemisahan dengan kromatografi kertas adalah:
a. Metoda (penaikkan, penurunan atau mendatar)
b. Jenis kertas
c. Pemilihan dan pembuatan pelarut (fasa bergerak)
d. Kesetimbangan dalam bejana yang dipilih
e. Pembuatan cuplikan
f. Waktu pengembangan
g. Metoda deteksi dan identifikasi
Disamping itu faktor-faktor utama yang mempengaruhi adalah suhu, besarnya bejana, waktu pengembangan dan arah dari aliran pelarut.
C. ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan dalam praktikum adalah:
· Kertas Whatman
· Kertas silika
· Tinta pulpen
· Gelas kapiler
Bahan yang digunakan:
· Alkohol
· Aquades
D. PROSEDUR KERJA
a. Aquades 100 %
Ø Masukkan aquades kedalam gelas kapiler
Ø Memotong kertas Whatman dan kertas silika seukuran gelas benda, dan membuat garis pada masing-masing sisi dengan jarak kira-kira 0,5 cm dari ujungnya
Ø Membuat tanda pada kertas tersebut dengan tinta pulpen
Ø Calupkan potongan kertas kedalam aquades pada gelas kapiler ( larutan tidak boleh melebihi tanda pada kertas)
Ø Amati perubahan yang terjadi sampai larutan mencapai garis pada ujung satunya
b. Larutan Aquades dan Alkohol dengan perbandingan 1:3
Ø Membuat larutan aquades dan alkohol dengan perbandingan 1:3 hingga larut
Ø Ambil larutan dan memasukkan kedalam gelas kapiler
Ø Memotong kertas Whatman dan kertas silika seukuran gelas benda, dan membuat garis pada masing-masing sisi dengan jarak kira-kira 0,5 cm dari ujungnya
Ø Membuat tanda pada kertas tersebut dengan tinta pulpen
Ø Calupkan potongan kertas kedalam larutan pada gelas kapiler ( larutan tidak boleh melebihi tanda pada kertas)
Ø Amati perubahan yang terjadi sampai larutan mencapai garis pada ujung satunya.
c. Larutan aquades dan alkohol dengan perbandingan 1:1
Ø Membuat larutan aquades dan alkohol dengan perbandingan 1:1
Ø Ambil larutan dan masukkan kedalam gelas kapiler
Ø Memotong kertas Whatman dan kertas silika seukuran gelas benda, dan membuat garis pada masing-masing sisi dengan jarak kira-kira 0,5 cm dari ujungnya
Ø Membuat tanda pada kertas tersebut dengan tinta pulpen
Ø Calupkan potongan kertas kedalam larutan pada gelas kapiler ( larutan tidak boleh melebihi tanda pada kertas)
Ø Amati perubahan yang terjadi sampai larutan mencapai garis pada ujung satunya
d. Larutan aquades dan alkohol dengan perbandingan 3:1
Ø Membuat larutan aquades dan alkohol dengan perbandingan 3:1
Ø Ambil larutan dan masukkan dalam gelas kapiler
Ø Memotong kertas Whatman dan kertas silika seukuran gelas benda, dan membuat garis pada masing-masing sisi dengan jarak kira-kira 0,5 cm dari ujungnya
Ø Membuat tanda pada kertas tersebut dengan tinta pulpen
Ø Calupkan potongan kertas kedalam larutan pada gelas kapiler ( larutan tidak boleh melebihi tanda pada kertas)
Ø Amati perubahan yang terjadi sampai larutan mencapai garis pada ujung satunya
e. Alkohol 100 %
Ø Masukkan alkohol kedalam gelas kapiler
Ø Memotong kertas Whatman dan kertas silika seukuran gelas benda, dan membuat garis pada masing-masing sisi dengan jarak kira-kira 0,5 cm dari ujungnya
Ø Membuat tanda pada kertas tersebut dengan tinta pulpen
Ø Calupkan potongan kertas kedalam aquades pada gelas kapiler ( larutan tidak boleh melebihi tanda pada kertas)
Ø Amati perubahan yang terjadi sampai larutan mencapai garis pada ujung satunya
D. HASIL PENGAMATAN
Ø Analisa pertama
No | Perbandingan | Bahan kertas | Pengamatan |
1 | 1 : 3 | Plastictolein tinta cina | Tinta cina memanjang di tengah, berwarna merah, biru hijau. |
whatman | Tinta cina memanjang keatas lebih besar berwarna biru keunguan | ||
2 | 2 : 2 | Plastictolein tinta cina | Berpindah tempat dari titik tinta awal ketitik tinta atas serta mengalami perubahan warna yaitu dari warna merah menjadi biru kehijauan. |
whatman | Titik tinta memanjang dan berpindah tempat dari titik tinta awal ketitik atas dimana titik tintanya lebih besar serta berwarna biru kehijauan | ||
3 | 3 : 1 | Plastictolein tinta cina | Titik tinta berpindah tempat dan mengalami perubahan warna yaitu dari merah menjadi biru kehijauan. |
whatman | Titik tinta memanjang dan mengalami perubahan warna dari merah menjadi biru kehijauan. | ||
4 | 0 : 100 | Plastictolein tinta cina | Titik tinta berpindah tempat dan mengalami perubahan warna dari biru hijau menjadi merah. |
whatman | Titik tinta memanjang dan mengalami perubahan warna dari biru menjadi ungu. |
Ø Analisa kedua
No | Perbandingan | Bahan kertas | Pengamatan |
1 | 1 : 3 | Plastictolein | tinta memanjang sampai batas atas sehingga tinta mengumpul dibatas atas tersebut. |
Whatman 40 | Tinta memanjang sampai tanda garis dan warna yang terbentuk yaitu hitam, kuning, biru dan ungu. | ||
2 | 2 : 2 | Plastictolein | Titik tinta tertarik keatas dan memanjang sehingga tinta tersebut ikut naik keatas dan warna yang terbentuk yaitu biru kehitaman yang memudar dan kecoklatan |
Whatman 40 | Titik tinta memanjang dan terbentuk warna biru, hijau, kuning kecoklatan dan agak kemerahan. | ||
3 | 3 : 1 | Plastictolein | Tinta memanjang sepanjang garis dan warna yang terbentuk yaitu hitam pekat dan hitam pudar. |
Whatman 40 | Titik tinta memanjang kurang lebih 60 % dan warna yang terbentuk hitam dan kuning ( dari bawah keatas) | ||
4 | 0 : 100 | Plastictolein | Titik tinta memanjang kurang lebih 80% sehingga membentuk warna dari bawah yaitu berwarna hitam pekat dan lama kelamaan berubah menjadi hitam pudar dan pada akhirnya menjadi kuning (dari bawah keatas) |
whatman | Titik tinta memanjang kurang lebih ½ dari panjang kertas sehingga terbentuk warna dari bawah yaitu berwarna hitam dan lama kelamaan berubah menjadi kuning. |
No comments:
Post a Comment