ANALISIS POLYMER DENGAN TG/DTA
Tujuan
A. Tujuan Intruksional Umum:
Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu memahami analisis polymer pada umumnya dengan TG/DTA
B. Tujuan Instruksional Khusus:
Pada akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan mampu mengetahui titik melting point, transglass, penurunan berat,endotermis dan eksotermis dari sampel
DASAR TEORI
Deferensial thermonalyse ialah suatu metoda analisa yang menggunakan perubahan suhu (panas) daripada zat yang akan dianalisakan.
Penggunaan DTA untuk industri plastik
Didalam industri plastik perlu sekali diketahui jenis polimer yang terbentuk apakah homopolimer atau ko-polimer dengan polimer jenis lain dan bagaimana perubahan sifat-sifat plastik dengan adanya ko-polimer dengan polimer dengan jenis lain. Seperti yang telah diselidiki oleh bert.H. Clampitt (1962) antara polietilen linear dan polietilen tekanan tinggi, pada penilitian tersebut didapat hasil bahwa tanpa membiarkan campuran plastik pada temperatur tertentu beberapa lama, akan didapati puncak endotermal yang sangat sederhana dan dengan membiarkan plastik dipanaskan pada suhu selama beberapa jam akan didapati termogram yang berlainan. Dan hal ini tidak lain membuktikan bahwa pada campuran kedua macam polietil meskipun molekulnya hampir bersamaan, akan memerlukan panas dan waktu tertentu untuk mencapai kesetimbangan termis secara statistik. Selanjutnya pada penelitian ini sekaligus telah dibuktikan bahwa hasil yang terbaik didapati kalau campuran plastik dipanaskan pada suhu 1200 C untuk selama 30 menit.
Kromatografi gas biasanya dipakai untuk analisa sampel yang berbentuk gas atau cairan dan padatan yang mudah menguap, sampel atau campuran yang hendak diperiksa disuntikan sedikit kedalam arus gas inert seperti N2, H2, He, Ar atau CO2 yang mengalir melalui kolom yang berisi suatu medium. Sampel ini terbawa oleh gas inert mengalir melalui medium tadi, yang mempunyai sifat dapat berinteraksi dengan kompone-komponen dalam campuran, dan akan menghambat aliran masing-masing komponen. Besarnya hambatan ini bagi masing-masing komponen berbeda-beda, sehingga komponen-komponen keluar dari kolom tidak bersama-sama akan tetapi satu persatu. Selanjutnya gas yang keluar dari kolom ini dilewetkan melalui suatu detektor, hambatan tadi disebabkan karena adanya absorpsi atau partisi oleh medium terhadap masing-masing komponen. Besarnya gaya adsorpsi atau partisi tersebut, khas bagi masing-masing komponen. Perbedaan absorpsi atau partisi inilah yang memungkinkan pemisahan dalam kolom tadi.
I. Alat dan Bahan
1. Seperangkat alat TGD/TA
2. Gas N2
3. Alumina
4. Sampel plastic, PP, LDPP, HDPP, PE, LDPE, HDPE
5. Cuter/pisau
6. Pinset
II. Persiapan Pengujian
1. Penkondisian TG/DTA
Suhu awal : 30oC
Rate : 5o C/min
Suhu akhir : 300o C
2. Persiapan sample
Diambil sample denga pinset, diiris dengan cuter
3. Analisis Sampel
a. komputer dinyalakan
b. gas dibuka
c. ditekan tombol power TG/DTA. Pada sampel info diisi nama sampel
d. pada program diisi suhuh awal, rate dan shu akhir yang dituju.
e. Ditekan open paa TG/DTA, dimabil sampel pan dengn pinset lalu dibersihakn kemudian diisi dengan alumina, dimasukkan lagi. Klik zero, ditunggu sampai angka stabil.
f. Ditekan open, dikeluarkan sampel pen, sampel apn diisi dengan sampel plastik dengan bantuan pinset lalu dimasukkan lagi. Klik weight, lalu ditunggu stabil untukmenentukan berat awal sampel, kemudian klik start.
g. Analisis ditunggu hingga selesai sesuai waktu yang diinginkan.
Hasil analisis diprint lalu alat dimatikan.
No comments:
Post a Comment