Laporan Praktikum Kimia Analisis, Kimia Organik, Analisis Bahan Kulit, Analisis Karet

Tuesday, 13 April 2010

Pembuatan Tiokol poli sulfida

 
I.          JUDUL PRAKTIKUM:
Pembuatan  Tiokol (Karet Sintetis)

II.      TUJUAN PRAKTIKUM:
      Untuk memperkenalkan pembuatan polimer adisi thermoplastik dari pembuatan karet sintetik(tiokol).

III.        DASAR TEORI
Yang berkaitan dengan polisulfida – polisulfida ialah poli(alkilena polisulfida) yang dipreparasi dari suatu dihalida dan natrium polisulfida. Dihalida-dihalida yang paling umum ialah 1,2 dikloroetana dan bis (2 kloro etil) formal. ( Malcom PS 2001)
Secara khas natrium polisulfida dipreparasi dari natrium sulfide dan belerang. Polisulfida kemudian direaksikan dengan dihalida dalam air untuk mmberikan suatu disperse polimer. Dalam hal ini x biasanya mempunyai nilai rata-rata antara 2-4. ( Malcom PS 2001)

nCH2Cl – CH2Cl + nNa2Sx       >      -( CH2 – CH2 – Sx -)n = 2n NaCl

Halida-halida primer memberikan rendemen polimer yang terbaik, yang sesuai perkiraan karena mekanismenya melibatkan substitusi nukleofilik halide oleh anion polisulfida. Halide-halida sekunder sekunder dan tersier, teristimewa yang terakhir, cenderung menjalani eliminasi dibandingkan substitusi. ( Malcom PS 2001)
Poli (alkilena polisulfida) kadang-kadang dinyatakan sebagai karet tiokol merupakan elastomer yang bermanfaat. Sifat-sifatnya bisa diperbaiki dengan memvariasikan jumlah atom karbon dalam unit ulang atau jumlah atom-atom belerang. Naiknya jumlah salah satu atom akan meningkatkan kualitas elastomerik dari polimer tersebut. ( Malcom PS 2001)

            Sedang persyaratan khusus bagi suatu polimer untuk berfungsi sebagai elastomer. Elastomer adalah suatu bahan yang dapat kembali dengan cepat kebentuk dan ukuran semula setelah mengalami formasi karena stress bila stress tersebut ditiadakan .
Elastor kadang – kadang diidentikkan dengan karet dari karet sintetik. Karet adalah bahan alamiah sedangkan karet yang dimaksud elastomer, pada umumnya karet sintetik dan yang banyak dikonsumsi di indonesia adalah stiren – buta diene rubber (SBR), butil rubber dan poli buta diene (PBD) dan ethilen propine diene.
      Elastometer banyak digunakan untuk pembuatan kendaraan bermotor dan alat industri, misalnya: ban, packing, batery boxes, sels kaca, untuk industri mobil, oil resistancehoses  dan belt conveyor. Bahan ini dapat pula dipakai untuk isolasi kabel listrik, mainan anak – anak. Dalam industri elastomer memegang peranan yang sangat penting.


Polimer-polimer dapat ikat silang (crosslinkable) bias disintesis melalui penambahan sejumlah kecil polihalida seperti trikloropropana atau dengan mengintrodusir ke dalam kerangka polimer tersebut beberapa gugus fungsional lain seperti hidroksil atau alkena. Monomer-monomer yang khas untuk tujuan ini mencakup gliserol dikloro asetat dan 1,4 dikloro 2 butena.  ( Malcom PS 2001)
Metode terpenting untuk pembuatan elastomer yang bisa dikeraskan pertama melibatkan pembentukan polimer terikatt silang yang memakai suatu monomer polihalida , kemudian menguraikan produk tersebut ke suatu polimer dapat lebur yang terterminasi tiol. Hal ini diselesaikan lewat reduksi dengan natrium hidrosulfida dalam hadirnya natrium sulfit. Berat molekul rata-ratadari polimer yang terurai tersebut bergantung pada jumlah natrium hidrosulfida yang digunakan. ( Malcom PS 2001)
Tiokol merupakan karet polisulfida yang dibuat dengan reaksi kondensasi antara polisulfida dengan dikloroetana. Karet polisulfida ini terdapat dalam bentuk R dan X yang berbeda sehingga jumlah belerang akan tahan terhadap semua tipe pelarutorganik tetapi baunya tidak enak dan juga sifat mekaniknya buruk. (Arizal Ridha1990)
   Keuntungan tiokol sangat tahan terhadap minyak dan pelarut organik, tahan terhadap cuaca, tahan terhadap ozon, dan cahaya matahari bagus, kedap udara dan uap. Kekurangan tiokol tahanan kikis sobek , “cut growth” dan retak lentur buruk, pampatan tetap buruk, dan kepegasan pantul buruk serta baunya tidak enak. ((Arizal Ridha1990)
Tiokol kebanyakan digunakan untuk barang yang tahan minyak dan pelarut. Sifat fisika yang buruk dan baunya yang tidak disukai telah telah membatasi penggunaan secara umum. (Arizal Ridha1990)


IV.       BAHAN YANG DIPERLUKAN
  1. NaOH Kristal
  2. Belerang
  3. 1,2 dikloroetana
  4. Kertas saring
  5.  Aquades                                            


V.        ALAT YANG DIGUNAKAN
  1.  Gelas Arloji   
  2.  Gelas Beker 100 mL
  3.  Gelas Ukur 50 mL
  4.  Corong
  5.  Pengaduk
  6. Botol semprot                         
  7. Timbangan Analit


No comments:

Post a Comment

iklan banner
iklan banner